Proses Komunikasi dalam Masyarakat

Berbagai proses komunikasi dalam masyarakat terkait dengan struktur dan lapisan (layer) maupun ragam budaya dan proses proses sosial yang ada di masyarakat tersebut, serta tergantung pula pada adnya pengaruh dan khalayaknya, baik secara individu, kelompok, ataupun masyarakat luas. Sedangkan substansi bentuk atau wujud komunikasi di tentukan oleh :
a. Pihak pihak yang terlibatdalam komunikasi (komunikator dan khalayak)
b. Cara yang di tempuh
c. Kepentingan atu tujuan komunikasi
d. Ruang lingkup yang melakukannya
e. Saluran yang di gunakan
f. Isi pesan yang di sampaikan

A. KOMUNIKASI LANGSUNG
Pada komunikasi langsung (tatap muka) individu yang mempengaruhi proses komunikasi tidak lepas dari pengaruh kelompoknya baik yang primer maupun sekunder, termasuk pula pengaruh media massa terhadapnya. Jadi, umpamanya ketika Sandi bercerita kepada tetangganya, Diah, tentang tayangan wawancara dengan presiden Amerika tadi malam di stasiun televisi swasta, Santi begitu terkesan terhadap wawancara itu, maka sosok ceritanya itu dipengaruhi oleh kesan positif atau negatif yang dikonstruksi oleh orang di sekitarnya, seperti keluarga, tetangga, dan media massa. Respon Diah terhadapo cerita Santi akan sangat dipengaruhi pula oleh lingkungan dan sejumlah kepentingan yang bisa dia rasakan.

B. KOMUNIKASI MASSA
Komunikasi massa adalah proses komunikasi yang di lakukan melalui media massa dengan berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak luas. Unsur-unsur penting dalam komunikasi massa adalah:
a. Komunikator
b. Media massa
c. Informasi (pesan) massa,
d. Gatekeeper
e. Khlayak (publik) dan
f. Umpan balik

1. Konsep Massa
Unsur-unsur penting yaitu :
a. Terdiri dari masyarakat dalam jumlah yang besar (large agregate).
b. Jumlah massa yang besar menyebabkan massa tidak bisa di bedakan satu dengan lainnya (undifferentiated).
c. Sebagian besar anggota massa memiliki negatif image terhadap pemberitaan media massa.
d. Karena jumlah yang besar, maka massa juga sukar diorganisir.
e. Kemudian massa merupakan refleksi dari kehidupan sosial secara luas.

2. Proses Komunikasi Massa
Sebagaimana yang telah di singgung di muka, komunikasi massa memiliki proses yang berbeda dengan komunikasi tatap muka. Karena sifat komunikasi massayang melibatkan banyak orang, maka proses komunikasinya sangat kompleks dan rumit. Menurut McQuail (1992:33), proses komunikasi massa terlihat berproses dalam bentuk :
a. Melakukan distribusi dan penerimaan informasi dalam skala besar.
b. Proses komunikasi massa juga di lakukan melalui satu arah, yaitu dari komunikator ke komunikan.
c. Proses komunikasi massa berlangsung secara asimetris di antara komunikator dan komunikan, menyebabkan komunikasi di antara mereka berlangsung datar dan bersifat sementara.
d. Proses komunikasi massa juga berlangsung impersonal (non pribadi) dan tanpa nama.
e. Proses komunikasi massa juga berlangsung berdasarkan pada hubungan –hubungan kebutuhan (market) di masyarakat.

3. Audiensi Massa
Khalayak memiliki sifat-sifat sebagaimana yang ada pada konsep massa, namun lebih spesifik teragregat pada suatu media massa. Jadi, sifat dari audien massa umpamanya :
a. Terdiri dari jumlah yang besar. Pendengar radio, televisi, atau pembaca koran adalah massa dalam jumlah yang besar.
b. Suatu pemberitaan media massa dapat di tangkap oleh masyarakat di berbagai tempat, sehingga sifat audien massa juga ada tersebar di mana-mana, terpencar, dan tidak mengelompok pada wilayah tertentu.
c. Pada mulanya audiensi massa tidak interaktif, artinya antara media massa dan pendengar atau pemirsanya tidak saling berhubungan, namun saat ini konsep ini mulai di tinggal, karena audien massa dan media massa dapat berinteraksi satu dengan lainnya melalui komunikasi telepon.
d. Terdiri dari berbagai lapisn masyarakat yang sangat heterogen. Audiensi massa tidak dapat dikategorikan terdiri dari segmentasi tertentu, kalaupun ada seperti dalam acara-acara televisi dan radio maupun media cetak, heterogenitas dalam segmen tersebut tidak dapat di hindari.
e. Tidak terorganisir dan bergerak sendiri.

4. Budaya Massa
Budaya massa dalam komunikasi massa memiliki karakter, diantaranya sebagai berikut :
a. Nontradisional , yatiu umumnya komunikasi massa berkaitan erat dengan budaya populer. Seperti AFI, API, KDI
b. Budaya massa juga bersifat merakyat, tersebarbar di basis massa sehingga tidak mengerucut di tingkat elite, namun apabila ada elite yang terlibat dalam proses ini, maka itu bagian dari basis massa itu sendiri.
c. Budaya massa juga memproduksi produk-produk massa seperti umpamanya infotaimen adalah produk pemberitaan yang di peruntukkan kepada massa secara luas.
d. Budaya massa sangat berhubungan dengan budaya populer sebagai sumber budaya massa. Artinya, budaya tradisional juga dapat menjadi populer apabila menjadi budaya massa. Seperti ; srimulat, ludruk,maupun campursari.
e. Budaya massa, terutama yang di produksi oleh media massa di produksi menggunakan biaya yang cukup besar karena itu dana yang besar itu harus menghasilkan keuntungan untuk kontuinitas budaya massa itu sendiri.
f. Budaya massa juga di produksi secara eksklusif menggunakan simbol-simbol kelas sosial sehingga terkesa di peruntukkan kepada masyarakat modern yang homogen, terbatas, dan tertutup.

5. Fungsi Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah salah satu aktifitas soaila yang berfungsi di masyarakat. Robert K. Merton mengemukakan bahwa fungsi aktifitas sosial memiliki dua aspek, yaitu fungsi nyata (manifest function) adalah fungsi nyata yang diinginkan, kedua fungsi tidak nyata atau tersembunyi (latent function), yaitu fungsi yang tidak diinginkan. Sehingga pada dasarnya setiap fungsi sosial dalam masyarakat memiliki efek fungsional dan disfungsional. Selain kedua fungsi diatas, fungsi-fungsi soaila lain bahwa manusia memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat sempurna. Sehingga setiap fungsi sosial yang dianggap membahayakan dirinya, maka ia akan mengubah fungsi-fungsi sosial yang ada.
a. Fungsi Pengawasan
Fungsi pengawasan ini berupa peringatan dan kontrol sosial maupun kegiatan persuasif. Pengawasan dan kontrol sosial dapat dilakukan untuk aktifitas preventif untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan fungsi persuasif sebagai upaya bmemberi reward dan punishment kepada masyarakat sesuai dengan apa yang dilakukannya.
b. Fungsi Social Learning
Fungsi utamanya adalah melakukan guiding dan pendidikan sosial pada seluruh masyarakat
c. Fungsi penyampaian informasi
Fungsi utamanya yaitu menjadi proses penyampaian informasi kepada masyarakat luas.
d. Fungsi transformasi budaya
Fungsi informatif adalah fungsi yang bersifat statis namun fungsi yang lain yang lebih dinamis adalah fungsi transformasi budaya.
e. Hiburan

6. Komunikasi massa sebagai sistem sosial
sosial memiliki komponen-komponen Kata sistem berasal dari bahasa yunani, yaitu systema. Artinya sehimpunan dari bagian dari bagian atau komponen yang saling berhubungan satu sama lain secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan (Narwoko dan Suyanto, 2004:123).
Sistem di tujukan sebagai gagasan atau ide yang tersusun, terorganisir dan membentuk suatu ke satuan yang sistematis dan logis, umpamanya adalah filsafat, nilai,dan pemerintahan.
Sistem yang merujuk pada pengertian sebuah ke satuan, kelompok, sebuah himpunan dari beberapa unit atau komponen yang terpisah-pisah, memiliki hubungan-hubungan khusus sehingga membentuk sebuah keseluruhan yang utuh, seperti komputer, arloji.
Sistem di tujukan untuk menyebutkan sebuah metode, cara, teknik yang di gunakan, seperti sistem belajar, sistem pelatihan, dan sistem bertindak.

Komunikasi massa sebagai sistem penting, yaitu:
a. Nara sumber sebagai sumber-sumber informasi bagi media massa,
b. Publik yang mengonsumsi media massa,
c. Media massa, meliputi; organisasinya, sumber daya manusia,fasilitas produksi, distribusi, dan sebagainya,
d. Aturan hukum dan perundang-undangan, norma-norma dan nilai-nilai, serta kode etik yang mengatur pelaksanaan semua stakeholder komunikasi massa,
e. Institusi samping yang tumbuh memberi konstribusi terhadap kegiatan komunikasi massa, seperti percetakan,periklanan,badan sensor,
f. Pihak-pihak yang mengendalikan berlangsungnya komunikasi massa, permodalan, penguasa, kekuatan politik, maupun kelompok kepentingan.
g. Unsur-unsur penunjang lain yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan komunikasi massa (Nasution 2003: 5.6-5.7). Umpamanya adalah perusahaan-perusahaan penghasil teknologi telematika, kondisi sosial, ekonomi, dan politik negara, kondisi global masyarakat internasional serta percaturan politik dunia.

C. PERAN MEDIA MASSA
Media massa adalah institusi yang berperan sebagai agen of change, yaitu sebagai institusi pelopor perubahan. Ini adalah paradigma utama media massa. Dalam menjalankan paradigmanya media massa berperan :
a. Sebagai institusi pencerahan masyarakat
b. Menjadi media informasi
c. Sebagai media hiburan