CERPEN DENGAN TEMA CITA-CITAKU
TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN

Di hari yang sangat terik itu Andi masih tetap saja mengais rizki dari tumpukan sampah yang kotor dan bau itu, dengan karung dan pengait sampahnya dia berjalan menyusuri perumahan-perumahan tempat dia biasa berkeliling laki-laki kelas 3 SMA itu berkeliling mencari sampah yang dapat didaur ulang untuk dijual di pengepul. Tidak banyak uang yang dia bisa dapatkan dari pekerjaannya itu, Andi hanya mendapat uang Rp.10.000 – Rp.15.000 per harinya, uang itu ia pergunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya dan sebagian lagi ia tabung untuk masa depannya.
Andi tinggal di rumah kecilnya bersama dengan Ayahnya saja, Ayah Andi juga bekerja sebagai pemulung beliau adalah sosok Ayah yang sangat luar biasa dalam berusaha membahagiakan anak semata wayangnya. Sang Ayah tak pernah lelah mencari rizki beliau juga bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Di sekolah Andi adalah murid yang sebenarnya biasa-biasa saja dalam pelajaran dia tidak terlalu pintar. Andi mempunyai banyak sekali teman tapi tentu saja perasaan malu akan statusnya selalu membelenggu hatinya. Tak jarang perasaan iri terhadap teman-temannya, dalam hati ia berkata, “Ya Tuhan mengapa engkau membuat hidupku seperti ini, katanya engkau Maha adil, Maha bijaksana? Tapi bagaimana denganku, bahkan aku tidak punya kelebihan apapun yang ada hanya beribu kekurangan”. Seringkali pikiran Andi membayangkan betapa tidak adilnya hidup ini.
Pada suatu hari diadakan acara bakti sosial di sekolah itu, hampir seluruh siswa turut berpartisipasi menyumbangkan uangnya untuk orang-orang yang tidak mampu, meskipun Andi sebenarnya tidak mampu tapi dia bukan sosok yang ingin mendapat bantuin dari orang lain dia merasa dirinya mampu. Dua hari kemudian Andi dipanggil oleh Tristan, Tristan adalah ketua panitia acara baksos tersebut, Tristan berkata pada Andi, “Andi, anak-anak telah sepakat untuk memilihmu sebagai salah satu dari pihak penerima dana sumbangan ini”. Andi tercengang dan diam sesaat, dia bingung antara berterima kasih karena telah diberi bantuan dari teman-temannya dan merasa malu karena merasa dirinya dianggap tidak mampu. Tapi mau bagaimana lagi Andi tidak mungkin menolaknya dia merasa tidak enak jika menolaknya, “oh iya, terima kasih banyak tristan”, hanya itu yang bisa dikatakan oleh Andi.
Semenjak hari itu Andi sadar bahwa dirinya tidak mau diremehkan, di bercita-cita untuk kuliah di universitas negeri, lalu dia berbicara kepada Ayahnya tentang cita-citnya itu, “Yah, aku ingin sekali kuliah di PTN tahun depan, aku minta dukungan dan doanya yaa”! kata Andi dan ayah berkata, “pasti nak, Ayah akan selalu mendukungukmu agar sukses”. Namun sesungguhnya perasaan Ayah sedang galau karena biaya masuk ke PTN sangat besar.
Tapi lama kelamaan Andi sadar diri bahwa Ayahnya bukanlah orang mampu untuk menguliakan anak semata wayangnya itu. Sifat pantang menyerahnya mulai berkobar dia sangat bersemangat untuk mencapai cita-citanya, tiada waktu bagi dirinya untuk santai ia pergunakan sebagian besar waktunya untuk belajar, belajar dan belajar, mesipun nilainya ada yang kurang memuaskan tapi dia sadar bahwa tidak ada kesuksesan yang instan, dia terus berusaha mesikpun jatuh bangun.
Akhirnya tidak pernah disangka-sangka Andi mendapat program bantuan untuk kuliah secara gratis, mendengar kabar itu Ayah Andi tak kuasa menahan rembesan air mata yang menyelimuti matanya perasaan bangga dan haru tidak dapat ia limpahkan melalui kata-kata. Sekarang Andi benar-benar sadar kehidupan bagai roda yang berputar, Tuhan sesungguhnya Maha Adil.

summerfrostphotography.blogspot.com/2013/10/cerpen-bertema-cita-cita-1000-kata.html - Ok sobat, kali ini saya mau share artikel contoh cerpen, yuk simak artikel yang berjudul “Contoh Cerpen Bertema Cita-Citaku “ Semoga artikel ini dapat bermanfaat, ayo klik link ini <li><a href="summerfrostphotography.blogspot.com/2013/10/cerpen-bertema-cita-cita-1000-kata.html"; title="Cerpen Bertema Cita-Citaku"><strong>Cerpen Bertema Cita-Citaku</strong></a>

Sumber :
rkpw.blogspot.com/2013/10/cerpen-tema-cita-citaku.html